Akhirnya Ramadhan tahun ini sudah hampir usai.. Ada senang tapi ada sedihnya juga, seperti Bimbo dengan khusyuknya berdendang : " Setiap habis Ramadhan, hamba cemas kalau tak sampai.. Umur hamba ditahun depan, berilah hamba kesempatan.. "
Setiap habis Ramadhan
Hamba rindu lagi Ramadhan
Saat - saat padat beribadah
Tak terhingga nilai mahalnya
Setiap habis Ramadhan
Hamba cemas kalau tak sampai
Umur hamba di tahun depan
Berilah hamba kesempatan
Setiap habis Ramadhan
Rindu hamba tak pernah menghilang
Mohon tambah umur setahun lagi
Berilah hamba kesempatan
Alangkah nikmat ibadah bulan Ramadhan
Sekeluarga, sekampung, senegara
Kaum muslimin dan muslimat se dunia
Seluruhnya kumpul di persatukan
Dalam memohon ridho-Nya
Tapi ada senangnya juga karena Lebaran kali ini Alhamdulillah dapat libur 5 hari. Mungkin terlalu singkat bagi orang lain, tapi bagi saya liburan ini begitu panjang. Karena selama 4 tahun bekerja jauh dari rumah baru lebaran ini merasakan libur lebih dari 3 hari, meskipun sudah hampir 7 tahun ini menyandang sebutan "perantau".
Banyak pembelajaran yang saya lihat dari Ramadhan tahun ini, tapi selebihnya hal-hal ironis yang terlihat. Mungkin keadaanya seperti status facebook teman saya :
Lun Smith : Keaadaan susah dan sgt memprihatinkan di t4 korban gempa, jg lumpur Lapindo. Tp pusat2 p'bjaan msh ttp sj padat dgn org2 yg ngeborong . Hmm...Ironis !
Tues at 22:32 via Mobile Texts · Comment · Like
Kembali ke benang merah :) . Lebaran kali ini Insya Allah saya akan merayakan di Wonosobo. Boleh di bilang ini kota masa kecil karena semenjak lulus SMP saya harus mengadu ilmu ke Purwokerto. Kota setengah besar yang penuh dengan budaya Ngapakers-nya. Kotanya unik, kadang panas kadang dingin. Udaranya terlalu menyengat, apalagi buat saya yang hanya kost di kost-kostan kelas ABN ( Asal Bisa Nglekar ). Tapi 3 Tahun di sana menuliskan kenangan yang indah. Bertemu saudara-saudara baru dan tentunya punya logat bicara yang "mandan ngapak sitik" yang kebawa sampai sekarang.
Lepas 3 tahun dari sana, akhirnya lulus juga dari STM kebanggan itu. Saatnya memasuki dunia yang sesungguhnya, saatnya mencari kerja. Dengan modal nekat, ngeyelan, penuh salam super berdasarkan UUD 45 serta berlandaskan dasadarma pramuka akhirnya dinekatkan untuk mencari kerja. Setelah luntang-luntung kesana kemari akhirnya bisa dapat kerja di Semarang, mungkin buruh lebih tepatnya. Naik turun tangga dari tiang satu ke tiang yang lainnya menjadi menu sehari-hari. Testphone, Checker, Dropwire menjadi tuntunan sehari-hari. Muka kumal disengat matahari jadi dekorasi wajah. Setelah 2 tahun diterpa badai diterjang hujan [ jiaaaahhh,, Lebayy mode ON ] akhirnya bisa keluar dari kerajaan itu.
Saatnya menjalani hidup nomaden selama 1 tahun antara 2007 akhir sampai 2008 akhir, dan kali ini di Banda Aceh. Negeri Nanggroe yang begitu eksotik. Pengalaman yang mungkin seumur hidup tak terlupakan bagi seorang "jawa" seperti saya. Lepas dari sana, kemudian hidup nomaden lagi bekerja ikut kompeni dari Medan, Jakarta, Bekasi dan sekarang sudah di Semarang lagi.
Dan kini sudah 1 tahunan di sini, tempat belajar yang luar biasa. Dan semoga semakin bisa untuk terus banyak-banyak belajar..
Wah, benang merahnya kok ndak kembali-kembali ya dari tadi. Dari masalah Ramadhan, Kota-kota kok sampai kerjaan. Udah ah, saatnya siap2 buat mudik sama Mira. Udah Freeze juga jadi sekarang saatnya bernyanyi..
Libur Tlah Tiba.. Libur Tlah Tiba.. Hatiku Gembira..
Saatnya merayakan Idul Fitri, mohon maaf atas kesalahan-kesalahan.
When it's black turn white; when it's dark turn light; when a mistaken
turn forgiveness, eagle mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf
lahir dan batin.
Selasa, 29 September 2009
Mencintai Pekerjaan
Minggu lalu Alhamdulillah dapat kesempatan untuk buka puasa dengan seorang teman di daerah Ngesrep. Karena jarak yang dekat dengan kantor maka saya paskan waktunya saat berbuka kesananya. Sesampai disana semuanya tampak seperti biasa. Suasana khas warung tenda pinggir jalan, riuh rendah suara kendaraan dan kesibukan penjual makanan dengan co-pilotnya yang hilir mudik kesana kemari. Suasana tampak semakin temaram, juru masak masih saja sibuk goyang sana goyang sini untuk menampilkan masakan yang terbaik untuk konsumennya. Senyum 'renyah' tak lupa ia sunggingkan untuk pelanggannya yang setia menunggunya. Melihat senyumnya saya jadi ingat senyum manis guru Etika Pelayanan Pelanggan jaman STM dulu, senyum simpul yang menggetarkan.. [ lebay mode ON :))) ]
Di sela-sela waktu menunggu itu satu persatu pengamen datang menghibur. Dari lagunya Syahdu Rhoma Irama, Gelas-gelas kaca Nia Daniati, 19 Nopember-nya Meggi Z, Stasiun Balapan Didi Kempot, sampai lagu band-band masa kini semacam Kangen Band & Changcut Band. Pergi satu datang satu, datang satu pergi satu dan selalu begitu. Dari pengamen model dandanan Punk, Rock, Orkes dangdut, sampai dandanan jadul jaman orang tua saya masih pacaran barangkali.
Semuanya tampak biasa. Tapi kemudian ada mas pengamen yang aneh. Pertama denger suaranya keren juga, ekspresi dapet, artikulasi mantap [ weits, berasa jadi juri Wonosobo Idol nii.. hehe :))) ]. Tapi ada yang membedakan mas ini dengan pengamen lain. Kalau pengamen lain begitu dapat uang langsung kabur meskipun baru nyanyi 1 baris, mas ini beda. Dia belum mau menerima uang kalau lagunya belum selesai. Kalaupun mau menerima uangnya, habis terima dia tetap nglanjutin lagunya sampai selesai baru beranjak ke meja lain. Wah, sedikit heran juga saya. Lalu saya kepikiran, apa ini ya yang dinamakan mencintai pekerjaan. Yap, mencintai pekerjaan. Mas itu kayaknya tulus banget sama pekerjaanya. Menganggap pekerjaan bukan sebagai beban, tapi fun. Mungkin kita bisa belajar dari mas itu, bahwa pekerjaan itu bukan melulu soal 'hasil'. Tapi tanggung jawab akan sebuah kewajiban yang diamanatkan untuk kita. Totalitas dan keikhlasan mungkin kunci untuk memperoleh hasil yang maksimal. Seperti mas itu yang saya rasa bisa memaksimalkan aksinya untuk membuat banyak senyum pendengarnya.
Manusia pada dasarnya ingin selalu fokus untuk meraih kebahagiaan, dan salah satu faktor untuk meraih kebahagiaan itu adalah bagaimana menyelaraskan motif kebahagiaan dengan pekerjaan yang benar-benar dicintai. Pekerjaan seberat dan sekompleks apapun akan terasa ringan ketika kita kerjakan dengan cinta.
Mungkin terasa klise, tapi ketika kita sudah mencintai pekerjaan maka kenyamanan yang akan kita dapat. Beban kerja sebesar apapun akan terasa ringan ketika kita menjalani dengan fun, tapi tentunya fun yang bertanggung jawab. Tapi ada satu keyakinan yang mungkin bisa jadi pegangan adalah jadikan kerja itu sebagai ibadah. Kalau kita bisa memotivasi kerja kita untuk ibadah kita akan semakin termotivasi kalau semakin banyak kerja maka semakin banyak ibadah. Semakin banyak ibadah maka semakin banyak pahala. Banyak pahala masuk surga.. [ hahaha.. maunyaaa ].
Ketika kita menganggap kerja itu untuk ibadah kita maka kita akan ikhlas menghadapi suasana dan status apapun. Dan seperti yang dianjurkan, Ibadah itu harus khusyuk & total. Maka kalau kita menjalaninya dengan dasar itu insyaAllah hasil kerjaan yang maksimal yang kita dapat sebagai wujud sebuah dedikasi. Karena kita bekerja Lillahita'ala!. Pendapatan menjadi nomor sekian, yang penting cukup untuk memberi makan anak istri & membeli Mercy.. :)))
*bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar tulisan iseng untuk memotivasi diri saya yang lama kelamaan makin malas sajaa.. hehehe
Di sela-sela waktu menunggu itu satu persatu pengamen datang menghibur. Dari lagunya Syahdu Rhoma Irama, Gelas-gelas kaca Nia Daniati, 19 Nopember-nya Meggi Z, Stasiun Balapan Didi Kempot, sampai lagu band-band masa kini semacam Kangen Band & Changcut Band. Pergi satu datang satu, datang satu pergi satu dan selalu begitu. Dari pengamen model dandanan Punk, Rock, Orkes dangdut, sampai dandanan jadul jaman orang tua saya masih pacaran barangkali.
Semuanya tampak biasa. Tapi kemudian ada mas pengamen yang aneh. Pertama denger suaranya keren juga, ekspresi dapet, artikulasi mantap [ weits, berasa jadi juri Wonosobo Idol nii.. hehe :))) ]. Tapi ada yang membedakan mas ini dengan pengamen lain. Kalau pengamen lain begitu dapat uang langsung kabur meskipun baru nyanyi 1 baris, mas ini beda. Dia belum mau menerima uang kalau lagunya belum selesai. Kalaupun mau menerima uangnya, habis terima dia tetap nglanjutin lagunya sampai selesai baru beranjak ke meja lain. Wah, sedikit heran juga saya. Lalu saya kepikiran, apa ini ya yang dinamakan mencintai pekerjaan. Yap, mencintai pekerjaan. Mas itu kayaknya tulus banget sama pekerjaanya. Menganggap pekerjaan bukan sebagai beban, tapi fun. Mungkin kita bisa belajar dari mas itu, bahwa pekerjaan itu bukan melulu soal 'hasil'. Tapi tanggung jawab akan sebuah kewajiban yang diamanatkan untuk kita. Totalitas dan keikhlasan mungkin kunci untuk memperoleh hasil yang maksimal. Seperti mas itu yang saya rasa bisa memaksimalkan aksinya untuk membuat banyak senyum pendengarnya.
Manusia pada dasarnya ingin selalu fokus untuk meraih kebahagiaan, dan salah satu faktor untuk meraih kebahagiaan itu adalah bagaimana menyelaraskan motif kebahagiaan dengan pekerjaan yang benar-benar dicintai. Pekerjaan seberat dan sekompleks apapun akan terasa ringan ketika kita kerjakan dengan cinta.
Mungkin terasa klise, tapi ketika kita sudah mencintai pekerjaan maka kenyamanan yang akan kita dapat. Beban kerja sebesar apapun akan terasa ringan ketika kita menjalani dengan fun, tapi tentunya fun yang bertanggung jawab. Tapi ada satu keyakinan yang mungkin bisa jadi pegangan adalah jadikan kerja itu sebagai ibadah. Kalau kita bisa memotivasi kerja kita untuk ibadah kita akan semakin termotivasi kalau semakin banyak kerja maka semakin banyak ibadah. Semakin banyak ibadah maka semakin banyak pahala. Banyak pahala masuk surga.. [ hahaha.. maunyaaa ].
Ketika kita menganggap kerja itu untuk ibadah kita maka kita akan ikhlas menghadapi suasana dan status apapun. Dan seperti yang dianjurkan, Ibadah itu harus khusyuk & total. Maka kalau kita menjalaninya dengan dasar itu insyaAllah hasil kerjaan yang maksimal yang kita dapat sebagai wujud sebuah dedikasi. Karena kita bekerja Lillahita'ala!. Pendapatan menjadi nomor sekian, yang penting cukup untuk memberi makan anak istri & membeli Mercy.. :)))
*bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar tulisan iseng untuk memotivasi diri saya yang lama kelamaan makin malas sajaa.. hehehe
Senin, 08 Juni 2009
Pede By Sheila On 7
Pede By Sheila On 7
Aku memang belum punya mobil
Yang bisa teduhkanmu dari hujan
Tapi aku punya lagu
Yang bisa menghangatkanmu di setiap saat
Aku memang nggak funky
Tapi bukan gembel yang hidup tanpa usaha
Tapi kalau kamu sadar
Yang kita butuhkan bukan hanya funky style/materi
Yang kita butuhkan…..
Tapi kalau benar kamu cewek baik
Kamu pasti falling in love with me
Kerana aku bisa membuaimu
Terbang melayang ke sana ke mari…
Wow…
Tapi kalau kamu sadar
Yang kita butuhkan bukan hanya materi
Yang kita butuhkan…..
Pegang erat pinggangku saat kita melaju
Di atas bintang-bintang/dua roda
Dendangkan serta lagu kesayanganmu
Seperti sedia kala
Dimana kita terangkai bersama
Aku memang belum punya mobil
Yang bisa teduhkanmu dari hujan
Tapi aku punya lagu
Yang bisa menghangatkanmu di setiap saat
Aku memang nggak funky
Tapi bukan gembel yang hidup tanpa usaha
Tapi kalau kamu sadar
Yang kita butuhkan bukan hanya funky style/materi
Yang kita butuhkan…..
Tapi kalau benar kamu cewek baik
Kamu pasti falling in love with me
Kerana aku bisa membuaimu
Terbang melayang ke sana ke mari…
Wow…
Tapi kalau kamu sadar
Yang kita butuhkan bukan hanya materi
Yang kita butuhkan…..
Pegang erat pinggangku saat kita melaju
Di atas bintang-bintang/dua roda
Dendangkan serta lagu kesayanganmu
Seperti sedia kala
Dimana kita terangkai bersama
Jumat, 29 Mei 2009
Obsesi Lagi
Pagi tadi aku punya mimpi dan obsesi lagi :
membuat hidup ini tak lagi datar.. menikmati setiap prosesnya.. penuh penaklukan2.. memberi hidup bermanfaat untuk orang lain.. untuk hidup yang lebih lapang.. hidup penuh dengan perjuangan..
demi sebuah kebanggaan..
tak seru hidup cuma seperti ini..
akan lebih bermakna jika tertulis dengan tinta sejarah..
tinta emas ego masa muda yang tertambat di raga..
membuat hidup ini tak lagi datar.. menikmati setiap prosesnya.. penuh penaklukan2.. memberi hidup bermanfaat untuk orang lain.. untuk hidup yang lebih lapang.. hidup penuh dengan perjuangan..
demi sebuah kebanggaan..
tak seru hidup cuma seperti ini..
akan lebih bermakna jika tertulis dengan tinta sejarah..
tinta emas ego masa muda yang tertambat di raga..
Kamis, 28 Mei 2009
Kehilangan Motivasi
Kehilangan motivasi..
Ketika gambaran mimpi tak lagi menyilaukan..
Ketika cahaya hati mulai tenggelam..
Saya butuh motivasi..
Saya butuh narasi..
Saya butuh aksi..
Terimakasih untuk semua motivasi yang kamu beri..
Saya janji...
Besok pagi hadir dengan sejuta motivasi kembali
Demi kita..
Demi impian kita..
Demi kebahagiaan yang menyejukkan mata..
Memancarkan sejuta pesona..
Demi Kita Khaliya..
Ketika gambaran mimpi tak lagi menyilaukan..
Ketika cahaya hati mulai tenggelam..
Saya butuh motivasi..
Saya butuh narasi..
Saya butuh aksi..
Terimakasih untuk semua motivasi yang kamu beri..
Saya janji...
Besok pagi hadir dengan sejuta motivasi kembali
Demi kita..
Demi impian kita..
Demi kebahagiaan yang menyejukkan mata..
Memancarkan sejuta pesona..
Demi Kita Khaliya..
Rabu, 27 Mei 2009
Amal Baik
Semalam dapat pesan singkat dari mbak Nen :
[08157500xxxx - 20:01 PM]
"Aku barusan sadar gimana Tuhan membalas apa yang udah kita tabur. Barusan hpku jatuh di jalan pas meh maem, aku gak sadar sama sekali. Padahal udah 10 menitan, tiba2 ada ibu2 sama anaknya ke tempat maemku and nanya : mbak, ini hpnya bukan? Wagh, baik banget ibu itu. Padahal kalau mau dibawa pulang hpnya bisa aja"
Subhanallah, dapat sms itu saya langsung tertegun. Begitu besar kuasa Allah. Dan saya semakin yakin bahwa kebajikan sebesar zarrahpun niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan pahala yang besar bahkan berlipat-lipat, begitu juga sebaliknya kalau kita berbuat yang tidak baik.
Saya jadi ingat, dulu ketika saya masih kecil. Meskipun keluarga kami juga kesusahan, rumah kami banyak didatangi orang yang sedang mengalami kesusahan juga. Banyak pula yang ikut tinggal di rumah kami. Meski kami tidak bisa membantu secara materi tapi mereka senang berkunjung ke rumah kami untuk berbagi cerita dan kesusahan. Memikirkan solusi bersama-sama dan mencari jalan keluar atas kesusahan.
Dan saya merasa sikap baik dan kebajikan Ibu saya itu kadang terbalaskan kepada saya. Saya banyak mengalami peristiwa yang saya anggap sebagai balasan atas amal baik Ibu saya kepada orang lain. Dulu waktu masih sekolah di Purwokerto, meski serba kesusahan untuk membiayai sekolah, uang saku juga harus mencari kesana kemari. Namun banyak sekali kemudahan yang kami peroleh, banyak orang yang begitu menyayangi saya meski saya tinggal jauh dari keluarga.
Satu peristiwa yang mungkin akan saya ingat selamanya adalah saat saya di Banda Aceh. Ketika itu saya sakit terkena demam berdarah. Saya harus dirawat di rumah sakit. Disana saya tak punya satu saudarapun. Jadi dirumah sakit lebih banyak sendiri. Tapi ketika dirumah sakit ada seorang ibu-ibu yang baik sekali, dia menunggui, dia mencoba menyapa, dan kemudian kami saling mengenal. Tau saya disana merantau dan tidak punya saudara, dia sering datang ke rumah sakit, membawakan makanan, menyuapi makan, bahkan membelikan selimut untuk saya. Padahal kami baru kenal saat itu. Subhanallah, baik sekali Ibu itu. Saya melihat ketulusan dari mata Ibu itu. Dia banyak cerita tentang keluarganya dan menganggap saya seperti anak beliau. Berbagi cerita dan menentramkan hati saya saat disana.
Saya beranggapan peristiwa itu mungkin adalah balasan atas amal Ibu saya yang terbalaskan untuk saya. Sekecil apapun amalan kita pasti ada balasannya. Begitu juga sebaliknya. Mudah2an kita semakin termotivasi untuk berbuat lebih baik. Amin..
[08157500xxxx - 20:01 PM]
"Aku barusan sadar gimana Tuhan membalas apa yang udah kita tabur. Barusan hpku jatuh di jalan pas meh maem, aku gak sadar sama sekali. Padahal udah 10 menitan, tiba2 ada ibu2 sama anaknya ke tempat maemku and nanya : mbak, ini hpnya bukan? Wagh, baik banget ibu itu. Padahal kalau mau dibawa pulang hpnya bisa aja"
Subhanallah, dapat sms itu saya langsung tertegun. Begitu besar kuasa Allah. Dan saya semakin yakin bahwa kebajikan sebesar zarrahpun niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan pahala yang besar bahkan berlipat-lipat, begitu juga sebaliknya kalau kita berbuat yang tidak baik.
Saya jadi ingat, dulu ketika saya masih kecil. Meskipun keluarga kami juga kesusahan, rumah kami banyak didatangi orang yang sedang mengalami kesusahan juga. Banyak pula yang ikut tinggal di rumah kami. Meski kami tidak bisa membantu secara materi tapi mereka senang berkunjung ke rumah kami untuk berbagi cerita dan kesusahan. Memikirkan solusi bersama-sama dan mencari jalan keluar atas kesusahan.
Dan saya merasa sikap baik dan kebajikan Ibu saya itu kadang terbalaskan kepada saya. Saya banyak mengalami peristiwa yang saya anggap sebagai balasan atas amal baik Ibu saya kepada orang lain. Dulu waktu masih sekolah di Purwokerto, meski serba kesusahan untuk membiayai sekolah, uang saku juga harus mencari kesana kemari. Namun banyak sekali kemudahan yang kami peroleh, banyak orang yang begitu menyayangi saya meski saya tinggal jauh dari keluarga.
Satu peristiwa yang mungkin akan saya ingat selamanya adalah saat saya di Banda Aceh. Ketika itu saya sakit terkena demam berdarah. Saya harus dirawat di rumah sakit. Disana saya tak punya satu saudarapun. Jadi dirumah sakit lebih banyak sendiri. Tapi ketika dirumah sakit ada seorang ibu-ibu yang baik sekali, dia menunggui, dia mencoba menyapa, dan kemudian kami saling mengenal. Tau saya disana merantau dan tidak punya saudara, dia sering datang ke rumah sakit, membawakan makanan, menyuapi makan, bahkan membelikan selimut untuk saya. Padahal kami baru kenal saat itu. Subhanallah, baik sekali Ibu itu. Saya melihat ketulusan dari mata Ibu itu. Dia banyak cerita tentang keluarganya dan menganggap saya seperti anak beliau. Berbagi cerita dan menentramkan hati saya saat disana.
Saya beranggapan peristiwa itu mungkin adalah balasan atas amal Ibu saya yang terbalaskan untuk saya. Sekecil apapun amalan kita pasti ada balasannya. Begitu juga sebaliknya. Mudah2an kita semakin termotivasi untuk berbuat lebih baik. Amin..
Minggu, 03 Mei 2009
Kita Pasti Bisa Pak..
Maafkan anakmu pak,
hari ini..
mulut ini tak mampu berucap..
hari ini..
mulut ini tak mampu menyapa..
jalan panjang yang engkau lalui..
jalan terjal yang kau rasakan..
pedih hidup kita saat ini..
begitu ikhlas kau lewati..
meski ku tak mampu berucap..
tapi..
hati ini akan terus menyapa..
akan terus berdoa..
untuk sebuah cita yang kita tuju..
untuk semua harapan2 itu..
semua perjuanganmu..
semua tutur katamu..
menjadi doa untuk jalan panjang kita..
ketika semua orang enggan menyapa kita..
ketika semua orang mencela kita..
ketika kita dianggap sampah oleh orang yang kita cinta..
ketika nasib baik belum mendekat pada kita..
motivasi ini akan membumbung tinggi.. untuk membuktikan pada mereka..
menunjukkan kepada dunia..
kita bukan pecundang.. kita harus balikkan keadaan ini..
balikkan semua ketidakmungkinan menjadi mungkin..
demi kita pak,
demi keluarga kita dulu..
demi kebahagiaan kita yang mereka rampas itu..
bukan karena dendam, tapi karena mimpi kita..
mimpi akan sebuah keluarga yang tak lekang oleh waktu..
selamat ulang tahun pak, maaf anakmu belum bisa membanggakanmu..
tapi ku kan buktikan ku mampu penuhi harapmu..
* 3 Mei 2009
dari seorang anak yang berharap bapaknya bisa bahagia..
hari ini..
mulut ini tak mampu berucap..
hari ini..
mulut ini tak mampu menyapa..
jalan panjang yang engkau lalui..
jalan terjal yang kau rasakan..
pedih hidup kita saat ini..
begitu ikhlas kau lewati..
meski ku tak mampu berucap..
tapi..
hati ini akan terus menyapa..
akan terus berdoa..
untuk sebuah cita yang kita tuju..
untuk semua harapan2 itu..
semua perjuanganmu..
semua tutur katamu..
menjadi doa untuk jalan panjang kita..
ketika semua orang enggan menyapa kita..
ketika semua orang mencela kita..
ketika kita dianggap sampah oleh orang yang kita cinta..
ketika nasib baik belum mendekat pada kita..
motivasi ini akan membumbung tinggi.. untuk membuktikan pada mereka..
menunjukkan kepada dunia..
kita bukan pecundang.. kita harus balikkan keadaan ini..
balikkan semua ketidakmungkinan menjadi mungkin..
demi kita pak,
demi keluarga kita dulu..
demi kebahagiaan kita yang mereka rampas itu..
bukan karena dendam, tapi karena mimpi kita..
mimpi akan sebuah keluarga yang tak lekang oleh waktu..
selamat ulang tahun pak, maaf anakmu belum bisa membanggakanmu..
tapi ku kan buktikan ku mampu penuhi harapmu..
* 3 Mei 2009
dari seorang anak yang berharap bapaknya bisa bahagia..
Selasa, 21 April 2009
Retorika ini, Jalan Panjang Rel ini, Ikhtiar ini..
Entah kenapa pagi ini kok kangen ya sama blog ini. Pengen nulis lagi setelah lama terbengkalai. Mungkin udah kecanduan sama virus pesbuk barangkali ya. Padahal dulu blog ini begitu saya bangga2in, tempat ketawa dan lebih seringnya sebagai tempat menangis.. :D
Siang ini saya masih duduk disini, tempat yang sama seperti 9 bulan yang lalu. Yup, dikantor ini. Dikantor yang saya anggap sebagai rumah. Tempat untuk mencari kehidupan dan memahami apa itu arti perjuangan.
Banyak yang sudah berubah dalam 3 bulan terakhir hidup saya belakangan. Dan yang pasti saya kembali mempunyai mimpi. Mimpi akan sebuah hati. Tempat dari segenap cita dan impian ini termotivasi kembali. Menggenggam sebuah keyakinan akan dia..
Retorika ini, Jalan panjang rel ini, Ikhtiar ini mudah2an selalu dilapangkan.. Amin..
Siang ini saya masih duduk disini, tempat yang sama seperti 9 bulan yang lalu. Yup, dikantor ini. Dikantor yang saya anggap sebagai rumah. Tempat untuk mencari kehidupan dan memahami apa itu arti perjuangan.
Banyak yang sudah berubah dalam 3 bulan terakhir hidup saya belakangan. Dan yang pasti saya kembali mempunyai mimpi. Mimpi akan sebuah hati. Tempat dari segenap cita dan impian ini termotivasi kembali. Menggenggam sebuah keyakinan akan dia..
Retorika ini, Jalan panjang rel ini, Ikhtiar ini mudah2an selalu dilapangkan.. Amin..
Langgan:
Entri (Atom)